Komponen Pada Aplikasi Android

OpO - Components Android Application
Fundamental Android Application

Ciao All,

Kali ini opodab masih membahas tentang android, ada beberapa komponen yang biasanya ada dalam sebuah aplikasi android. Apa saja komponen-komponen tersebut, mari kita simak artikel berikut.

Komponen aplikasi adalah blok bangunan penting dari sebuah aplikasi Android. Masing-masing komponen adalah titik yang berbeda melalui mana sistem dapat memasukkan aplikasi Anda. Tidak semua komponen yang titik masuk yang sebenarnya bagi pengguna dan beberapa bergantung satu sama lain, namun masing-masing ada sebagai entitas sendiri.

Aplikasi android ditulis dalam bahasa pemrograman java. Kode java di kompilasi bersama dengan file resource yang dibutuhkan oleh aplikasi, dimana prosesnya di package oleh tools yang dinamakan apt tools kedalam paket android sehingga menghasilkan file dengan ekstensi apk. File apk itulah yang kita sebut sebagai aplikasi yang nantinya dapat di install di perangkat mobile.

Ada 4 jenis komponen pada aplikasi android. Setip jenis komponen memiliki tujuan yang berbeda dan memiliki siklus yang berbeda pula, yang mendefinisikan bagaimana komponen dibuat dan dihancurkan. Berikut beberapa komponen tersebut:

Activities
Suatu activity akan menyajikan user interface (UI) kepada pengguna, sehingga pengguna dapat melakukan interaksi. Sebuah aplikasi android bisa jadi hanya memiliki satu activity, tetapi umumnya aplikasi mempunyai banyak activity, tergantung pada tujuan aplikasi dan desain dari aplikasi tersebut.

Satu activity biasanya akan dipakai untuk menampilkan aplikasi atau yang bertindak sebagai user interface saat aplikasi diperlihatkan kepada user. Untuk pinda dari satu activity ke activity lain kita dapat melakukannya dengan satu even, misalnya klik tombol, memilih opsi atau menggunakan triggers tertentu.

Secara hirarki sebuah windows activity dinyatakan dengan method Activity.setContentView(). Content view adalah objek yang berada pada root hirarki. Sebuah kegiatan mewakili satu layar dengan user interface. Sebagai contoh, sebuah aplikasi email mungkin memiliki satu aktivitas yang menunjukkan daftar email baru, kegiatan lain untuk menulis email, dan aktivitas lain untuk membaca email.



Meskipun kegiatan bekerja sama untuk membentuk pengalaman pengguna yang kohesif dalam aplikasi email, masing-masing adalah independen dari yang lain. Dengan demikian, aplikasi yang berbeda dapat mulai salah satu dari kegiatan ini (jika aplikasi email memungkinkan).



Sebagai contoh, sebuah aplikasi kamera dapat memulai aktivitas di app email yang menyusun surat baru, agar pengguna untuk berbagi gambar. Sebuah kegiatan diimplementasikan sebagai subclass Kegiatan dan Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang hal itu di Kegiatan panduan pengembang.


Services
Services tidak memiliki Graphic User Interface (GUI), tetapi services berjalan secara background, sebagai contoh dalam memainkan music, services mungkin memainkan music ataumengambil data dari jaringan, tetapi setiap service harus berada dalam kelas induknya.

Misalnya media player sedang memutar playlist dari list yang ada, aplikasi ini akan memiliki dua atau lebih activity yang memungkinkan user untuk memilih lagu misalnya, atau menulis sms sambil player sedang jalan.

Untuk menjaga music tetap dijalankan, activity player dapat menjalankan service. Service dijalankan pada thread utama dari proses aplikasi.

Broadcast Receiver
Broadcast receiver berfungsi menerima dan bereaksi untuk menyampaikan notifikasi. Contoh broadcast seperti notifikasi zona waktu berubah, batrei low, gambar teah selesai di ambil oleh kamera, atau perubahan referensi bahasa yang digunakan.

Aplikasi juga dapat menginisiasi broadcast misalnya memberikan informasi pada aplikasi lain bahwa ada data yang telah di unduh ke perangkat dan siap untuk digunakan.

Broadcast receiver tidak memiliki user interface (UI), tetapi memiliki sebuah activity untuk merespon subuah nitifikasi yang mereka terima, atau mungkin menggunakan notification manager untuk memberi tau kepada pengguna, seperti lampu latar atau vibrating (getaran perangkat).

Sebuah broadcast receiver diimplementasikan sebagai subclass dari BroadcastReceiver dan setiap broadcast receiver disampaikan sebagai object Intent.

Content Provider
Content provider membuat kumpulan aplikasi data secara spesifik sehingga bisa digunakan oleh aplikasi lain. Data disimpan dalam file system seperti database SQLite, di web atau lokasi penyimpanan  lainnya. Content provider menyediakan cara untuk mengakses data yang dibutuhkan oleh suatu activity.

Melalui penyedia konten, aplikasi lain dapat meminta atau bahkan memodifikasi data (jika disediakan oleh penyedia konten). Misalnya, system android menyediakan Content provider yang mengelola kontak pengguna.

Dengan demikian, setiap aplikasi dan dengan izin yang tepat pada query dari content provider seperti ContactContract.Data) untuk membaca dan menulis tentang informs orang tertentu.

Itulah empat jenis komponen yang terdapat pada suatu aplikasi android yang dapat opodab share ke teman-teman semua. Dan semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Ciao,
OpODab,  

Penjelasan mengenai komponen - komponen penting pada aplikasi android. Komponen tersebut meliputi Activities, services, broadcast receiver, dan juga content provider

Posting Komentar

[disqus][facebook]

Author Name

{facebook#https://www.facebook.com/OpoWaeDab} {twitter#https://twitter.com/opowaedab} {google-plus#https://plus.google.com/+OpODabBlogspot} {pinterest#https://www.pinterest.com/OpODab/} {youtube#https://www.youtube.com/c/opogendanggendut}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.